Media Pembelajar

A. Pemahaman yang Salah Tentang Ajaran Islam
Ada kesalahpahaman terhadap ajaran Islam, bahwa Islam itu menghambat kemajuan, menghambat pembangunan bahkan ada anggapan Islam hanya berkaitan dengan ritual saja, padahal sesungguhnya Islam adalah agama dengan sistem yang utuh, menyeluruh dan sempurna ( kaffah/syumuliyyah/kamaliyyah) mencakup berbagai aspek kehidupan, baik itu sosial, politik, ekonomi, perbankan, pendidikan, budaya dan lain sebagainya.

B. Manusia Sebagai Hamba Allah dan Khalifah di Bumi
Tugas kita di muka bumi ini selain pengabdian ibadah dalam arti luas juga mempunyai tugas sebagai khalifah yang bertugas mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan dalam hidup dan kehidupan, sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S. Hud ayat 61 :
 “ Dialah Allah yang telah menciptakan kamu di bumi dan memakmurkannya”
Dalam memakmurkan bumi, Allah menyerahkan sepenuhnya kepada kita, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi :
“ Kalian lebih mengetahui tentang urusan- urusan dunia kalian “
Kita boleh menjadi pedagang, pegawai, petani dan lain-lain. Namun yang diprioritaskan Al-Qur’an dan Al-Hadits adalah PEDAGANG, sebagaimana keterangan-keterangan berikut :

– Q. S. As-Shaff (61) ; 10 :
“ Hai orang-orang yang beriman sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelematkan kamu dari azab yang pedih? “

– Q.S. An-Nuur (24) ; 37 :
“ Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah ………….”.

– Q.S. At-Taubah (9) ; 111 :
“ Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka ………”

– Hadits Rasulullah SAW :
“ Perhatikanlah olehmu sekalian, sesungguhnya sembilan dari sepuluh pintu rezeki di dunia ini terdapat di dalam perniagaan (bisnis) “. (H.R Ahmad ).

C. Macam-macam pedagang
Jika kita mencermati pengusaha atau pedagang itu macam-macam latar belakangnya :
1. Pengusaha sejati, yakni pengusaha yang sadar punya cita-cita. Ingin bermanfaat untuk orang banyak.
2. Pengusaha warisan/turunan
Biasanya belum tentu teruji ketangguhannya ( tidak semua sukses )
3. Pengusaha terpaksa. Karena PHK, walaupun sarjana akhirnya memilih dagang
4. Pengusaha kastop (gantungan baju), bergantung kepada kekuasaan (KKN). ketika kekuasaan yang menjadi tempat dia bergantung hancur, hancur pula usahanya.

D. Sejarah Nabi Muhammad SAW dalam berdagang
Salah satu aspek kehidupan Muhammad SAW yang kurang mendapat perhatian serius adalah kepemimpinan Beliau di bidang bisnis.
– Usia 8 tahun sudah mandiri dengan mendapat income dari menggembala kambing
– Usia 12 – 17 tahun magang kepada paman Abu Thalib dan Kakek Abdul Muthalib
– Usia 12 tahun melakukan perjalanan ke luar negeri yang pertama kali.
– Usia 25 tahun sudah 18 kali ke luar negeri.
– Beliau berdagang sampai usia 37 tahun
Menurut para ahli makmurnya suatu negara/masyarakat pedagangnya minimal 4% dari total jumlah penduduk, sementara Indonesia hanya mencapai 0,2%, Malaysia 4,6% sedangkan Singapura 7,2%.
Dibanding jadi petani, pegawai, jadi pedagang jauh lebih baik, contoh kopi, cengkeh, padi.

E. Sistem Ekonomi
Di dunia ini ada 3 konsep atau sistem ekonomi, yaitu :
1. Sistem sosialis, yang dimotori Uni Soviet bertahan 70 tahun dengan ciri tidak mengakuai hak-hak seseorang.
2. Sistem kapitalis, dengan ciri-cirinya : matrealistis, individualistis, serakah (ketika mendapatkan hanya untuk kepuasan sendiri), melahirkan kemiskinan dan kesenjangan, tidak mencerminkan keadilan, mengabaikan nilai-nilai dan moralitas.
3. Sistem ekonomi Islam, dengan ciri-cirinya :
– Ketika mendapatkan ada kewajiban mendistribusikan dengan ZIS kepada yang berhak menerimanya.
– Ketika mendapatkan tidak bolehh dari judi, suap, spekulasi, berbohong dan RIBA
Contoh Praktek Riba :
a. Bahwa setiap tambahan atas hutang yang telah tiba pelunasannya dan orang yang berhutang tidak mampu membayarnya dan sebagai imbalan atas penundaannya itu (riba jahiliyyah)
b. Penambahan atas pinjaman yang ditetapkan di awal perjanjian (riba nasiah)
c. Tambahan atas pinjaman yang ditentukan diawal, baik kecil maupun besar tambahan tersebut, bertentangan dengan Q.S. Luqman ;34.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: