Media Pembelajar

Manusia Sebagai Hamba Allah dan Khalifah di Muka Bumi

Tugas kita di muka bumi ini selain pengabdian ibadah dalam arti luas juga mempunyai tugas sebagai khalifah yang bertugas mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan dalam hidup dan kehidupan, sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Huud (11), 61:

Dia Allah yang telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu sebagai pemakmurnya…

Untuk memakmurkan bumi dan sekaligus mensejahterakannya, Allah menyerahkan kepada kita apakah memilih menjadi seorang pedagang, petani, buruh, dan lain-lain.

Untuk memakmurkan dan mensejahterakan juga, Allah memberi berbagai potensi di antaranya:

1. POTENSI SUMBER DAYA ALAM

  1. Kaya dengan berbagai barang tambang (emas, perak, intan, tembaga, batu bara, galena, gas alam cair, minyak bumi)
  2. Suburnya lahan pertanian

2. POTENSI AJARAN (UTUH, MENYELURUH, SEMPURNA)

Banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits yang member isyarat agar kita menjadi pebisnis.

  1. Q.S. Ash-shof (61:10)

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu PERNIAGAAN yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah DENGAN HARTA dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

  1. Q.S. An-nuur (24:37)

laki-laki yang tidak dilalaikan oleh PERNIAGAAN dan tidak (pula) oleh JUAL BELI dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) MEMBAYARKAN ZAKAT.

Terdapat 82 ayat dalam Al-Qur’an yang menyandingkan sholat dan kewajiban mengeluarkan harta (ZIS)

Hadits Rasulullah Saw:

“Perhatikanlah olehmu sekalian, sesungguhnya Sembilan dari sepuluh pintu rezeki di dunia ini terdapat dalam perniagaan (bisnis)” (H.R. Ahmad)

3. POTENSI SEJARAH

  1. Pada zaman khalifah Umar Bin Abdul Aziz terjadi kemakmuran, di mana seluruh masyarakat pada saat itu mengalami kesejahteraan dan kemakmuran sampai-sampai tidak ada yang menerima zakat (tidak ada dalam agama lain)
  2. Uswatun Hasanah kita, Rasulullah Saw, mengemban kerasulan hanya 23 tahun, sedangkan menjadi pebisnis 2 tahun lebih lama

Salah satu aspek kehidupan Muhammad SAW yang kurang mendapat perhatian serius adalah kepemimpinan Beliau di bidang bisnis.

-          Usia 8 tahun sudah mandiri dengan mendapat income dari menggembala kambing

-          Usia 12 – 17 tahun magang kepada paman Abu Thalib dan Kakek Abdul Muthalib

-          Usia 12 tahun melakukan perjalanan ke luar negeri yang pertama kali.

-          Usia 25 tahun sudah 18 kali ke luar negeri.

-          Beliau berdagang sampai usia 37 tahun

Menurut para ahli, kemakmuran suatu Negara/masyarakat, perbandingan jumlah penduduk dengan pedagang harus 4%. Sedangkan di Indonesia hanya 0,19%. Sedangkan Malaysia 4,6% dan Singapura 7,2%. Jika penduduk Indonesia berjumlah 232.000.000 x 4% = 9.280.000. sedangkan pedagang yang ada sekarang: 232.000.000 x 0,19% = 440800. Berarti Indonesia kekurangan pedagang sekitar 8.839.000 orang. (Seandainya satu pedagang memiliki lima orang Karyawan, berarti 5 x 8.839.000 = 44.195.000 orang). Jadi Negara kita tidak usah mengirim TKI dan TKW ke luar negeri yang akhir-akhir ini banyak memprihatinkan.**

4. POTENSI SUMBER DAYA INSANI

  • 80% dari kurang lebih 232.000.000 penduduk Indonesia beragama Islam

Pada umumnya umat Islam Indonesia terlahir secara turun temurun (Ayah, Ibu, Kakek) sudah beraga Islam, kadang-kadang umat Islam seperti ini kurang sungguh-sungguh dalam melaksanakan ajaran Islam, sehingga kurang memperhatikan dampak ke arah kemajuan.

  • Berbeda dengan muslim lewat perjalanan spiritual yang panjang seperti Syafi’i Antonio, seorang muallaf cina, ternyata pada umumnya orang-orang yang maju dalam bisnis adalah orang cina (Creative, Innovative, Aktif berbisnis). Menurut survey majalah Forbest 2010, orang terkaya di Indonesia 33 dari 40 orang adalah orang cina.

Kenapa orang-orang Indonesia pada umumnya tidak menguasai bisnis?

  1. Selama ini, pelajaran-pelajaran yang diberikan oleh para Ustadz, Kyai, ‘alim ‘ulama di sekolah-sekolah, pesantren, majlis ta’lim hanyalah masalah-masalah yang berhubungan dengan aqidah, munakahah, zinayah, dan berhubungan dengan ibadah mahdhoh lainnya. Sedangkan pelajaran-pelajaran tentang mu’amalah hampir tidak pernah disampaikan. Padahal waktu melaksanakan mu’amalah (mencari nafkah/bekerja) jauh lebih lama daripada melaksanakan ibadah mahdhoh. Ibadah mahdhoh (sholat) dalam sehari dilaksanakan 10 menit x 5 waktu = 50 menit. Sedangkan mu’amalah dilaksanakan sejak pukul 07.00 pagi sampai pukul 05.00 sore (600 menit). Jadi, perbandingan ibadah mahdhoh dengan mu’amalah adalah 50:600 (1:12).

Ayat terpanjang dalam Al-Qur’an adalah tentang mu’amalah (Q.S. Al-Baqoroh: 282).

  1. Akibat Mengabaikan Kajian Mu’amalah

-          Umat Islam tidak memahami fungsi uang, sehingga tanpa rasa berdosa mempraktikkan riba di dalam berbisnis

-          Umat Islam (bahkan para tokoh agama) ikutan money game berkedok MLM, arisan berantai

-          Umat Islam ikutan spekulasi mata uang

-          Umat Islam spekulasi di pasar modal, margin trading, future trading

-          DPR/DPRD Muslim tidak faham kebijakan fiscal Islam dalam menyusun APBD/APBN

-          Umat Islam kurang faham praktik mudharabah, musyarakah, ijarah, murabahah dan 42 jenis transaksi mu’amalah lainnya

-          Umat Islam tidak faham perbedaan bank Islam dengan bank konvensional, beda margin murabahah dengan bunga, beda bunga dan bagi hasil

-          Umat Islam  memandang sama saja bank Islam dan bank konvensional, asuransi Islam dan konvensional, dan lain-lain

-          Ekonomi Islam sama saja dengan ekonomi konvensional

  1. Di Indonesia pernah terjadi kebangkitan nasional pertama sebelum Budi Utomo (berdiri tahun 1908) ditandai dengan kebangkitan Serikat Dagang Islam (SDI, berdiri tahun 1902), namun kemajuan itu tidak berlangsung lama, karena tokoh-tokohnya terjun ke dunia politik (Masyumi dan PNI).

Maka masalah-masalah ekonomi praktis tidak mendapat perhatian, akhirnya perekonomian dikendalikan oleh kebanyakan non muslim (cina). Sehingga dari dulu hingga sekarang umat Islam tidak banyak mempunyai orang-orang yang berprofesi sebagai manajer yang mengelola perekonomian sekaligus mengelola umat, yang ada adalah leader-leader partai dari dulu sampai sekarang (PPP, PBB, PKB)

  1. Di bidang ekonomi, umat Islam sebagai umat mayoritas bangsa adalah komunitas yang paling tertinggal dan paling terbelakang. Pada data BPS Maret 2009, bahwa kurang lebih 40 juta penduduk miskin kebanyakan adalah umat Islam (data terakhir BPS 31 juta)

Menurut para ahli, ada tiga penyebab kemiskinan:

a. NATURAL: keadaan alam yang gersang dan tidak subur

b. KULTURAL: Budaya santai, budaya mubadzir waktu dan uang, budaya malas, budaya jalan pintas (instan), orientasi pada hasil/untung bukan pada proses, tidak sabar, suap menyuap adalah budaya-budaya di luar ketentuan ajaran Islam, sebagaimana firman Allah Swt dalam Q.S. Thaha, 124:

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta”.

Dari budaya-budaya tersebut tidak melahirkan dampak kemajuan, tak heran prediksi Rasulullah Saw akhir zaman tentang umat Islam sangat memprihatinkan, tampak tak berdaya dan berharga seperti buih dalam gelombang lautan

c. STRUKTURAL

-          Keadilan penguasa (kezaliman sistem), contoh: monopoli cengkeh, jeruk, tembakau (BPPC)

-          Minimnya pengaruh nilai-nilai syariah dalam kebijakan ekonomi makro (Bapenas, Keuangan plus Perbankan)

-          Belum terakomodirnya pelajaran mu’amalah syari’ah dalam kurikulum pendidikan nasional. (htr)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: